oleh

Meningkatkan Kualitas Hidup Dengan Kecerdasan Emosional: Bag 2

Balikpapanku.id – Tulisan ini merupakan lanjutan dari artikel cara meningkatkan kualitas hidup dengan kecerdasan emosional yang bisa dibaca di halaman ini. Di artikel sebelumnya kami membahas kalau kekuatiran dan kritik itu bisa berakibat buruk pada kepribadian kalian dan berujung pada kecerdasan emosional.

 

Worrying does not take away tomorrow’s troubles; it takes away today peace

meningkatkan kualitas hidup
sumber: soco.id

 

3. Jika Anda Ingin Meningkatkan Kualitas Hidup Anda, Cobalah Untuk Gampang Move On

 

gagal move on
sumber: elevenia

Banyak sekali orang beranggapan istilah gagal move on itu hanya merujuk pada percintaan, padahal gagal move on itu bisa berarti banyak hal. Mulai dari kerjaan yang ditinggalkan, bahkan sampai sesimpel mie yang jatuh ke lantai saat disaring itu juga bisa mengakibatkan gagal move on seandainya kepikiran terus. Karena sejujurnya, selalu merenungkan masa lalu itu sudah meurupakan upaya yang salah dalam kontrol diri.

Sebagaimana manusia yang selalu menginginkan kepastian dan ketertiban, Banyak orang terlalu terfokus kepada penyesalan masalalu dan lebih berpikir yang diawali dengan kata “andai dulu” dan sejenisnya serta berharap bisa merubah masalalu. Padahal hal tersebut cuma memberikan ilusi sesaat dan sesat untuk menyenangkan batin dan memberikan pembenaran ke diri sendiri atas perbuatan yang dilakukan pada masalalu.

Tentu saja semua orang menyesal telah melakukan kesalahan, itu hal yang manusiawi dan alamiah.  Namun Ruminasi kronis  kadang malah membuat kita seolah bioskop yang memutar ulang kejadian-kejadian di masalalu tanpa sadar. Dikarenakan, tanpa sadar dengan bertindak seperti itu seperti memberi kontrol semu pada kejadian di masalalu dan memegang kendali atas perasaan tidak berdaya yang pernah dilakukan.

Baca :  Kakek Usia 99 Tahun Jadi Pahlawan Ditengah Pandemi Corona

Meskipun pada akhirnya sulit sekali terlepas dari jumlah ruminasi yang bisa dilupakan, namun satu hal yang pasti, ruminasi tidak akan mengubah apapun yang telah terjadi. Dan jika tetap terjebak dalam ruminasi, itu hanya menambah ketidamampuan diri kalian.

Suka atau tidak suka, ini merupakan fakta sulit kalau orang-orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi itu tidak hanya melulu tentang mengerti segala hal, namun juga menerima apapun kondisi dan hasilnya.

Kalaupun kalian bertekad untuk menjalani hidup dengan lebih tenang tanpa takut dibayangi kegagalan atau kesalahan di masalalu, kalian harus bisa lebih legowo  termasuk untuk merasa lemah dan mengakui kegagalan dan kesalahan di masalalu.

Sesakit apapun itu, dan betapa besar penyesalan, kalian harus berhenti untuk menyambangi perasaan tersebut, dan mulai meyakini kalau esok lebih baik. Alih-alih berpikir “seandainya waktu itu bla bla bla.”

Yang paling penting, jangan sekali-sekali melambaikan bendera putih terhadap masa depan anda yang belum pasti dan malah fokus menakhlukan masalalu yang jelas-jelas sudah lewat. Karena Fyodor Dostoyevsky sendiri bilang “Terlalu banyak berpikir adalah penyakit.”

 

4. Memuaskan Diri Dengan Harapan Semu

 

 

meningkatkan kualitas hidup
sumber: pinterest

 

Harapan semu juga merupakan sebenar-benarnya  upaya tersesat dalam mengendalikan benak orang lain. Ini mirip dengan merenung yang juga merupakan upaya sesat dari perasaan dan pikiran kalian untuk merubah atau mengendalikan masalalu.

Tentu saja banyak orang tidak menyadari hal tersebut dikarenakan banyak orang yang sebenarnya memiliki toxic positivity dalam diri mereka. Dan dengan memiliki harapan yang terlalu tinggi atau semu bakal membuat diri mereka dan orang lain bisa tumbuh lebih baik dan menjadi yang terbaik.

Baca :  Bazar Buku Terbesar Di Dunia Big Bad Wolf Hadir Di Balikpapan

Simpelnya, ini sama aja seperti anda menghabiskan waktu dengan membuat diorama dalam kepala anda tentang apa yang harus anda lakukan ke orang lain, vice versa. Dan ketika hasilnya tidak sesuai kenyataan, anda kembali merenung dan membandingkan kenyataan tersebut dengan pengandaian yang memuaskan perasaan kalian untuk menutupi rasa sesal tersebut. Dan kalian malah membuat harapan lain yang lebih kuat dan lebih rumit, hanya supaya anda merasa lebih baik (?)

Ini tidak salah, karena kita hidup sebagai makhluk sosial yang berarti anda peduli dengan orang lain, kalau kalian merupakan orang baik, pasti kalian ingin yang terbaik juga untuk orang lain. Dan tentu saja bakal menyakitkan ketika melihat mereka berjuang terus menerus sembari menderita. Disitu kadang kalian membuat diorama dalam kepala anda tentang mereka yang menjadi lebih baik (dengan atau tanpa) berkat bantuan kalian. Dan itu menyenangkan secara semu.

Masalahnya, kalian hidup bukan hanya untuk memuaskan semua orang. Kalian bukan superman yang bisa menyelamatkan banyak orang. Meskipun mampu, semua tidak sebanyak dan sesuai yang kalian harapkan. Solusinya adalah, coba lepaskan harapan semua kalian, dan stop berandai-andai.

Lebih bijak membantu di masa sekarang daripada berandai-andai tentang masadepan. Semua wajib mempunyai harapan tinggi tapi ingatlah, kalau manusia itu tidak punya sayap.

 

Yang perlu kalian sadari supaya kecerdasan emosional kalian meningkat: Berhenti menjadi mesin kritik, berhenti merisaukan masa depan, stop galau tentang masalalu, dan berhenti berharap terlalu banyak.

 

Baca terus artikel-artikel di Balikpapanku.id untuk update berita terkini

 

 

Komentar