oleh

25 Sketsa Komik Lucu Tentang Corona

Balikpapanku.id – Ditengah upaya banyak orang untuk bertahan ataupun melawan pandemi corona ini, nampaknya ada saja orang kreatif yang berusaha memberikan pesan terkait virus corona dalam hal yang positif antara lain komik lucu tentang corona. Seperti yang dilakukan oleh Diana David yang merupakan seniman yang berasal dari portugal.

Beliau membuat sketsa komik melalui akun instagramnya yang bisa diakses di sini, beliau membawa gagasan bahwa memberikan pesan dalam bentuk cerita lucu diharapkan akan mengedukasi orang-orang secara langsung maupun tidak langsung untuk turut serta menjadi bagian dari orang-orang yang peduli akan pencegahan virus corona dan yang utama, membuat netizen sedikit rileks dengan tersenyum.

Seperti yang dijelaskan melalui akun sosial medianya, beliau berkata:

“Telling funny stories is something I’ve been really eager to try but never found the time. With COVID-19 and all the strict rules of confinement at home, I decided that this was the right time to finally do it. This helped me to deal with all the anxiety and concerns about the future. I hope it can make you laugh and relax a little bit! Most of these are situations I’ve experienced myself or someone has told me about; others are fiction. And you’ll never really know which ones are real!”

Meskipun beberapa dari sketsa komik itu ada yang fiksi, namun kebanyakan berasal dari pengalaman dia maupun orang-orang yang menceritakan pengalamannya kepada david. Penasaran dengan komik-komiknya? berikut 25 daftar yang dirangkum dari akun instagramnya.

 

25 Komik Lucu Tentang Corona

 

 

 

1. Sebosan-bosannya kalian di dalam rumah, ingatlah kalau para pejuang medis bekerja siang dan malam demi memastikan kalian semua aman. Bersabarlah!

2. Keluarlah untuk hal yang penting saja, tapi tetap jaga diri. Jangan Jumawa!

 

3. Dirumah saja tanpa olahraga sama aja menjauhkan diri dari corona tapi mendekatkan diri kepada obesitas dan potensi serangan jantung~

 

4. Jangan mentang-mentang sudah memakai ADP, tapi ceroboh dan sesuka hati dalam melakukan sesuatu; bersin misalnya.

 

5. 18+ Only (maaf ga bisa komen hahaha!)

6. Untuk beberapa orang, WFH itu seperti work from heart. Sementara ada yang menganggap WFH itu ibarat bertambahnya jobdesc~

7. Masih banyak cara untuk mengatasi kebosanan saat dirumah aja, salah satunya dengan ini.

 

8. Work from home = Work From Heart.

 

9. Beberapa orang masih salah kaprah dan mencari celah tanpa sadar terkait social distancing.

 

10. Dengan di rumah aja, secara tidak langsung kalian juga menjadi bagian dari pahlawan yang memutus mata rantai penyebaran virus.

 

11. Tetaplah produktif meskipun dirumah aja.

 

12. Mencegah lebih baik daripada mengobati, jadi tolong jangan keras kepala.

 

13.  Dimasa sulit seperti ini, sadarlah kalau hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

 

14. Pedulilah dengan orang lain, jangan lelah untuk membagikan edukasi. Kalau memang peduli dengan pencegahan wabah ini.

 

15. Work from home atau stay at home bukan berarti menjadikan anda pemalas.

 

16. Melindungi diri dari terjangkit virus corona tidak cukup dengan cuci tangan maupun sabun.

 

17.  Jangan gampang tergoda. Ingat, sehat itu mahal.

 

18. Beribadah disaat pandemi corona  itu bukan perkara dimana pelaksanaannya, tapi lebih ke bagaimana pelaksanannya.

 

19. Ummm.. No komen.

 

20. Percuma kalau peduli pada hal-hal yang besar tapi lupa akan hal-hal lain. Sehat itu mahal.

 

21. Kurangi khawatir yang berlebihan dan mencari berita yang hanya menambah rasa kekuatiran kalian.

 

22. Jangan keras kepala. Yang rugi tidak hanya kalian jika terjangkit corona.

 

23. Sudah sangat jelas.

 

24. Waspadalah meskipun saat di rumah aja. Kejahatan bukan hanya karena ada niat, namun karena ada kesempatan.

 

25. Please, patuhlah pada peraturan demi kebaikan bersama.

 

Bagaimana menurut kalian? Meski dikemas dalam konsep sketsa komedi namun banyak pesan tersirat di dalamnya. Pantau terus balikpapanku untuk lebih banyak artikel dan berita yang dikemas secara apik dan santai.

 

 

 

 

 

 

sumber: Diana david