oleh

WASPADA ! Terompet Tahun Baru Bisa Tularkan Penyakit Difteri

-Trending-633 views

Pergantian malam tahun baru tinggal menunggu hari, terompet adalah salah satu icon yang biasanya diperjual belikan secara masal pada saat malam tahun baru. Umumnya terompet tahun baru banyak digunakan oleh anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga menggunakannya saat malam pergantian tahun.

Penjualan terompet tahun baru pada umumnya harus di uji coba terlebih dahulu oleh sang penjual, apakah terompet itu bisa berjalan dengan baik atau tidak sebelum akhirnya dijual. Belum lagi jika sang pembeli mencoba beberapa terompet terlebih dahulu sebelum akhirnya memilih satu terompet. Bisa anda bayangkan jika satu pembeli terompet mencoba 2-3 terompet, maka berapa banyak terompet yang sudah dicoba oleh pembeli pada saat malam tahun baru ?

Jangan berbagi terompetmu dengan temanmu

Perlu diketahui Difteri adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan. Bakteri yang menginfeksi bernama Corynebacterium diphtheriae. Umumnya penyakit difteri diawali dengan rasa sakit di tenggorokan, demam, lemas hingga membengkaknya kelenjar getah bening.

Kementrian Kesehatan menyebutkan adanya potensi penularan penyakit Difteri pada terompet, karena penyakit Difteri dapat ditularkan melalui percikan ludah, bahkan hembusan nafas.

Elizabeth Jane Soepradi, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan percikan ludah tersebut dapat terjadi saat seseorang meniupkan terompet. Dan orang tersebut tidak bisa dipastikan terbebas dari penyakit Difteri

Baca Juga :  10 Momen Video Yang Digunakan Youtube Rewind International 2017

Gejala – Gejala penyakit Difteri :

Tanda-tanda dan gejala umum dari difteri adalah:

  1. Tenggorokan dilapisi selaput tebal berwarna abu-abu
  2. Radang tenggorokan dan serak
  3. Pembengkakan kelenjar pada leher
  4. Masalah pernapasan dan saat menelan
  5. Cairan pada hidung, ngiler
  6. Demam dan menggigil
  7. Batuk yang keras
  8. Perasaan tidak nyaman
  9. Perubahan pada penglihatan
  10. Bicara yang melantur
  11. Tanda-tanda shock, seperti kulit yang pucat dan dingin, berkeringat dan jantung berdebar cepat.

Penyakit Difteri sendiri sudah beberapa kali memakan korban jiwa, jadi penyakit ini tidak bisa dianggap sepele. Tidak ada batas usia penyerangan penyakit Difteri ini, dari anak-anak hingga orang dewasa berpontesi terkena penyakit Difteri.

  • Diserang Difteri, Mahasiswi Cantik di Tangsel Meninggal Dunia ( sumber : SindoNews )
  • 4 Penderita Difteri Meninggal Dunia di Banda Aceh ( Sumber : Tribun )
  • Telat ke RS, Empat Penderita Difteri di Tangerang Meninggal ( Sumber : VivaNews )

Itu sebabnya pemerintah dengan gencarnya menghimbau para masyarakat agar lebih proaktif terhadap penyebaran penyakit Difteri. Dan bagi siapa saja yang ingin melakukan vaksin Difteri dapat segera datang ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk melakukan vaksin Difteri.

Buat kalian yang ingin merayakan malam tahun baru dengan terompet, mungkin bisa mengganti solusi terompet tiup dengan terompet pompa yang sudah gampang ditemukan saat malam tahun baru.

 

News Feed