oleh

Kisah Pelecehan Seksual Dari Nuniek Tirta Sari

-Trending-809 views

Jaman sekarang tingkat pelecehan seksual semakin tinggi, kenapa bisa kami bilang semakin tinggi ? Ini terbukti secara tidak langsung dimana terdapat sekitar 671 komentar mengalami hal yang sama mengenai pelecehan seksual terhadap wanita di halaman facebook Nuniek Tirta Sari. Postingan tersebut dibagikan sebanyak 2.927 kali.

Curhatan dari Nuniek Tirta Sari menjadi viral setelah dia menceritakan pengalamannya sewaktu di hawai. Nuniek mengatakan selama 8 hari di hawai dia tidak pernah mengalami Pelecehan Seksual padahal dia menggunakan celana jeans pendek. Namun saat dia balik ke Jakarta berjalan kaki menggunakan pakaian tertutup dan sopan, Nuniek malah mendapatkan pelecehan seksual.

Kisah Nuniek Tirta Sari

Case 1

Ini foto kemarin. Apakah menurutmu saya berpakaian seksi? Apakah dengan berpakaian tertutup seperti ini saya aman berjalan di Jakarta tanpa digoda? TIDAK SAMA SEKALI.

Kenyataannya, hanya dalam 5 menit dengan jarak 500 meter berjalan kaki dari Ambassade Residence ke Mall Kuningan City, saya mengalami pelecehan 2 kali.

Pertama, oleh buruh bangunan dari proyek di Apartemen South Hills. Begitu saya lewat, dia satsut satsut. Oh, you’re picking the wrong person, loser.

Saya langsung berhenti tepat di depannya. Dia berkelit kalau dia sedang memesan kopi di jalanan seberang. Alasan yg sangat bodoh, sebab jangankan satsut2, mau tepuk tangan pun nggak akan kedengaran dengan situasi macet dan ramai bubaran pekerja bangunan. Dan saya lihat jelas matanya melirik ke saya saat sedang satsut2 tadi.

Saya foto jelas wajahnya, sambil menggertak: “Kamu mau saya panggil ajudan suami saya di kemenkumham, atau mau minta maaf ke saya sekarang?” Dia masih berkelit, lalu saya ambil ancang2 menelpon, dan dia buru2 bilang, “Yaudeh maap”. Case closed.

Case 2

Dari Apartemen South Hills, lanjut melintas showroom Mercy, masih aman. Kemudian masuk ke kawasan Kuningan City. Saat saya melintas, satpam di seberang tiba2 bersiul kencang dan saya melihat jelas matanya ke arah saya. Oh, another stewpid jerk.

Baca Juga :  Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 Melintasi Balikpapan

Saat itu juga saya putar badan 90 derajat menyeberang ke arahnya, melipat tangan dan bilang: “Anda petugas keamanan di sini kan? Ditraining untuk jaga keamanan atau untuk bersiul kalau ada wanita lewat??”

Dia masih berkelit bahwa dia bersiul untuk temannya; another stewpid reason just like the other stewpid jerk. “Tiga menit lalu saya baru aja marahin pecundang kayak Anda. Anda mau kehilangan pekerjaan hari ini juga???”

Temannya yang berdiri di sampingnya justru yang meminta maaf terlebih dulu. “Maafin teman saya bu, maaf ya bu.” Baru si pecundang itu ikut minta maaf. Saya terima maafnya, dengan pesan: “Jangan pernah ulangi lagi!”

Ga diposting sekalian fotonya? Nope, there’s no way I’d give spotlight to losers. I’m writing this to encourage women that you don’t deserve harassment no matter how the way you dress. It’s on their dirty tiny mind!

Dari curhatan tersebut ada beberapa perdebatan mengenai kisah tersebut. Beberapa komentar mengatakan “diemin saja mba ga usah di hiraukan”. Namun ada juga yang mengatakan untuk menggunakan pakaian syari, tapi faktanya puluhan wanita berkomentar mengenai jika dirinya pernah mengalami pelecehan seksual padahal udah menggunakan pakaian syari.

Bahkan dari beberapa komentar mengatakan jika wanita tersebut pernah dilecehkan saat berjalan dengan suaminya.

Kesimpulan dari sekian banyak komentar secara tidak langsung menjelaskan, pelecehan seksual / sexual harassment / cat calling tidak berpengaruh terhadap status atau cara berpakaian, tapi lebih ke arah cara berpikir si pelaku. Ada baiknya buat para wanita jika mendapatkan perlakuan hal tersebut dan merasa tidak nyaman sebaiknya langsung menegur si pelaku agar sipelaku tidak terbiasa melakukan hal tersebut. Jika ada satu kelonggaran maka akan ada kelonggaran lainnya. Tetap waspada yah .

News Feed