by

Saat Tentara Australia Mendarat Di Balikpapan Tahun 1945

-Sejarah-185 views

Tim Halo Ces – Saat itu 21.000 prajurit divisi ke-7 Australia bersiap menuju Balikpapan, mereka berdesakan di atas kapal angkut prajurit. Kapal mereka bersiaga kurang lebih 15 Kilo Meter dari lepas pantai Balikpapan. Saat jam menunjukan pukul 08.00 banyak kapal para sekutu dari bermacam macam jenis bergerak menuju Balikpapan dengan menggunakan formasi kipas. Saat itu mereka benar-benar siap untuk menembak dan cuma menunggu perintah komandan mereka melalui radio. Tidak lama kemudian perintah dari komandan tersebut terdengar dari radio para prajurit, disaat aba-aba yg ditunggu tiba, dentuman puluhan meriam dari kapal para sekutu terdengar sangat jelas saling bersahutan. Asap pekat menutupi pemandangan kota Balikpapan dari laut saat itu.
Sesudah kabut-kabut asap reda, giliran pesawat-pesawat dari kapal induk sekutu melakukan pemboman di beberapa titik Balikpapan—tidak lupa mencari & menggempur pos pertahanan Jepang. Pesawat F6F Hellcat melakukanan pemboman kepada Arena Lapangan Terbang Sepinggan dulu Parramatta Ridge (Pasir Ridge sekarang ini. Semetara itu, pesawat pembok penukik SB2C Haldiver menghancurkan baterai Meriam milik Jepang disekitar Gunung Dubbs.

Sementara itu, pesawat pembom torpedo TBM Gruman Avanger terbang mengitari teluk Balikpapan yg dangkal & muara sungai utk menghancurkan kapal Jepang yg bersembunyi. Masih saja perang hawa berjalan, bebrapa pesawat Jepang pernah terbang & berikan perlawanan, tetapi sukses dirontokan oleh pesawat Hellcat. Sementara itu pesawat Haldiver pula mendapat perlawanan dari baterai meriam anti serangan hawa. Di area lain, pesawat pembom torpedo sukses laksanakan tugasnya dgn baik. Di Muara Jawa, satu buah kapal penjelajah kuno milik Jepang sukses di tenggelamkan. Di Muara Pegah, dua kapal Jepang pula dihancurkan. Begitun di Muara Pantuan. Satu persatu kapal Jepang itu ditenggelamkan sebelum lakukan perlawanan. Setalah pesawat-pesawat tadi beraksi, sehingga pesawat sekutu yg lain datang dari Morortai. Rombongan pesawat ini terdiri atas P-38 Lighning; B-24 Liberator; B-25 Fortress; pembom Corsair; pembom Duntless (Amerika); pesawat pemburu Beaufighter . pesawat-pesawat itu menyerang dengan cara serempak. Pasti saja kota Balikpapan yg jadi pertahanan Jepang menajdi porak-poranda. Tatkala 20 hri Balikpapan jadi sasaran bom sekutu dari hawa & laut.

sejarah balikpapan - australia mendarat di balikpapan 1945

Pasti saja Balikpapan mesti menanggung kehancuran dari peluru-peluru sekutu. Tak cuma berupa bangunan tetapiu pula tumbahan pantai yg menciptakan pantai-pantai Balikpapan tidak memiliki rambut. Kota Balikpapan, terutama diantara daerah Kilang Minyak & Klandasan memang lah habis tinggal puing. Porak porandanya Balikpapan bukan berarti tamatnya pasukan Jepang—yang rata-rata bersi teguh di atas gua-gua seperti di Manggar yg hampir tak tersentuh bom sekutu. Pemboman cuma menciptakan prajurit Jepang itu masuksemakin dalam kedalam gua. Tiap-tiap ada peluang pasukan Jepang itu berikhtiar memasang meriam dimulut gua buat menembaki sekutu yg sejak mulai mendarat.
Perwira sekutu terlihat puas meilihat Balikpapan hancur meski belum percaya kemampuan pasukan Jepang di kota itu memang lah habis. Posisi meriam Jepang di gua Manggar yg mengarah laut di perbukitan tak bisa dihancurkan dari banyak kapal sekutu di Teluk Balikpapan. Perwira teringgi komando sekutu lalau sepakat utk menjatuhkan bom Napalm terhadap pertahanan Jepang yg berada di pesisir pantai. Buat pewmboman ini bakal dilakukan oleh puluhan pesawat B-29 Nomor Satu Fortress yg berpangkalan di Arena Lapang Easley Mariana. Sanggup dibayangkan betapa hancurnya Balikpapan kalau tiap bom yg dijatuhkan mempunyai daya hancur gede. Nyaris 90% kota Balikpapan ketika itu jadi lokasi kremasi bagi prajurit Jepang oleh bom-bom bakar sekutu dari hawa, dikarenakan bom-bom bakar itu pun Balikpapan jadi lautan api dulu jadi puing-puing & kota mati.

Tentara sekutu, Australia, mendarat kepada 1 Juli 1945 di Balikpapan. Bisnis pendaratan sekutu ke Balikpapan dimulai dari serangan laut sejak 26 Juni & selesai kepada 15 Juli 1945, bersama didudukinya Balikpapan oleh sekutu sehingga, Balikpapan terbebas dari tangan Jepang. Keadaan kota Balikpapan sesudah pendaratan sekutu sanggup dibilang hancur sebab serangan meriam sekutu dari laut. Minyak jadi barokah sekaligus petaka bagi Balikpapan—karenanya Balikpapan ikut terseret dalam kejamnya arus Perang Dunia, di mana Balikpapan dipaksa jadi bidang peristiwa perebutan atas hegemoni blok fasis melawan kapitalis & komunis dunia.
Pasukan Jepang yg terdesak di Balikpapan berupaya melarikan diri ke Samarinda—seperti yg dilakukan oleh pasukan Kamada. Mereka berlari menghundari bayaqngan kekalahan yg ada didepan mata mereka. Kendaraan mereka hasilnya berakhir sesudah 48 kilo meter berlangsung lantaran kendaraan mereka aus & bensin yg habis. Hasilnya pasukan Jepang terjadi kaki dgn warga sipil yg mengunmgsi sebab Balikpapan yg jadi lautan api lantaran hujan bom bakar sekutu dari hawa. Mereka melintasi jalan setapak buat menghiundari buruan pesawat sekutu. Mereka terjadi melintasi daerah seputar Loa Janan, perbatasan Kutai & Samarinda waktu ini. Pasukan Jepang itu melintasi hutan rimba bersama melawan penyakit & lapar. Sekian Banyak prajurit Jepang mesti menemui ajal dalam perjalan menuju Samarinda itu. Lantaran diserbu malaria, beri-beri & kelaparan. Terdaftar lebih kurang 4.000 prajurit tewas sewaktu pelarian.

Sesudah pemboman tatkala 20 hri itu, hasilnya 21.000 prajurit Australia dari Divisi 7 mendarat serta sesudah menunggu lama di atas kapal pendarat pasukan. Mereka, bersama memanfaatkan topi rimba mendarati pantai Balikpapan. Pasukan mendarat tidak dengan pewrlawanan berarti dari tentara Jepang yg sebahagian tewas & sebahagian lagi mundur ke Samarinda. Prajurit Australia itu cuma memperoleh tentara-tentara jepang yg tewas dianatara puing-puing akibat hujanan bom bakar dari sekutu. Tentara Jepang yg tewas itu tewas terkubur di lubang perlindungan, terkurung di terowongan, terapung di sungai atau parit perlindungan. Cuma 10 orang serdadu Jepang yg sukses ditawan hidup-hidup. Sekian Banyak prajurit Jepang yg tidak akan menyerah serta melaksanakan harakiri ala ksatria Jepang kuno. Mereka ditemukan berbaring penuh luka & ketakutan sesudah pemboman selesai & prajurit Australia mendarat.
Sesudah pasukan Australia mendarat di pantai Balikpapan, Jenderal Dauglas MacArthur bersikeras utk ikut mendarat ke Balikpapan. Awalnya, Barley, satu orang juru sinyal berikan isyarat agr menunda dahulu konsep pendaratan sang Jenderal dikarenakan mortir Jepang tetap melawan. Masihlah saja sang Jnederal bersikeras buat mendarat—dengan terpaksa satu buah sekoci dipersiapkan. Dgn perwira staf & jurnalis perang, sang jenderal seterusnya mendarat di pantai. Tidak Dengan rasa takut, sang Jenderal ikut menaiki bukit Balikpapan setinggi 200 yard, dekat bersama garis pertahanan Jepang. Di Atas, sang Jenderal meminjam peta dari seseorang Brigadir Jenderal Australia utk mempejari posisi musuh di tengah hujanan peluru Jepang yg hampir tentang kepala MacArthur. Tiba-tiba satu orang Mayor Australia datang berikan tahu di atas bukit ada senapan mesin Jepang yg tetap aktif.

Belum selesai mayor itu melapor, peluru senapan mesin itu merentetkan pelurunya kerah rombongan Jenderal itu. Seluruh anggota rombongan, kecuali MacArthur tiarap. MacArthur masih mengamati peta tidak dengan peduli dgn tembakan senapan mesin Jepang itu. Selesai dgn peta itu, MacArthur serentak mengembalikannya terhadap Brigadir Jenderal Australia itu. Pada Brigjen tadi MacArthur bicara : ”Ayo kita berangkat kesana & menonton apa yg sedang berjalan. Namun ngomong-ngomong Brigadir, aku kira adalah satu rencana yg baik bila serdadu patroli membawa apalagi dulu senapan mesin itu sebelum dia menghajar kita.

Sesudah Balikpapan dikuasai sekutu terhadap 1 Juli 1945, terdaftar 5.700 serdadu Jepang tewas terpanggang oleh bom bakar sekutu dari pesawat pembom B-29. ditambah lagi 4.000 tentara Jepang yg tewas dalam pelarian ke Samarinda. Penyerbuan sekutu ke Balikpapan tak berikan manfaat dikarenakan segala sarana sudah hancur oleh bom sekutu. Kilang minyak yg mereka temui pun tinggal puing saja. Instalasi minyak itu sebelum dibom sekutu serta sudah dibumihanguskan Jepang. Pasukan sekutu boleh tak mendapat minyak, tetapi mereka sanggup menghabisi kebolehan Jepang yg tak kenal ampun & menyerah waktu mereka sedang diambang kekalahan sekalipun. Kali ini minyak dapat diacuhkan, yg terpenting merupakan merebut Balikpapan yg jadi kunci utk mengalahkan kapabilitas Jepang di Indonesia—terutama pasukan Jepang yg ada di pulau Jawa.

Kekalahan Jepang di Tarakan & Balikpapan jadi awal kekalahan Jepang di Indonesia sebelum sekutu menjatuhkan bom atom di Nagasaki & Hirosima—yang menciptakan Jepang menyerah tidak dengan syarat di kapal USS Missouri kepada 14 Agustus 1945. pembebasan Balikpapan merupakan serta salah satu pembebasan Indonesia dari cengkraman fasisme Jepang di Asia.

 

News Feed