by

Perjuangan Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama Kali di Balikpapan

Tim Halo Ces – Kemerdekaan Negara Indonesia pada 17 Agustus 1945 ternyata tak semerdeka yang dirasakan warga di Kota Balikpapan. Saat itu media komunikasi sangat minim. Semua itu disebabkan keadaan dan kondisi masyarakat yang masih merasakan suasana perang.

Berita tentang Kemerdekaan Negara Indonesia saat itu cukup lama baru terdengar. Masyarakat Balikpapan sendiri baru mengetahuinya melalui pekerja BPM yang datang dari pulau Jawa pada Awal November untuk memperbaiki kilang minyak yang rusak akibat perang.

Saat itu di Balikpapan muncul sebuah gerakan yang bernama Gerakan Angkatan Baru ( GAB ), yang merupakan inisiatip dikalangan pemuda. GAB dibentuk di gedung Muhamadiyah di Klandasan, seputar gedung Nasional sekarang.

Minggu 11 November 1945 bertempat di warung milikk Hasan Yusuf di jalan straat III, kelompok sektor KIM Kampung Baru mengadakan pembicaraan tentang keadaan Balikpapan yang terasa semakin memanas. Saat itu hadir beberapa tokoh seperti Husein Yusuf, A Azis Amin, Achmad Ramli, Hamzah Hasani, Asnawi Musa dan pemilik tempat Hasan Yusuf.

Saat itu Asnawi melaporkan hasil pertemuan rahasia di Bangsal 9 Kebun sayur, rumah kediaman Sugianto dan tentang sudah diterimanya lencana Merah Putih yang diberikan Sugianto untuk dibagi-bagikan kepada rakyat.  Saat mereka melakukan pembicaraan, tiba-tiba datang kurir dari markas KIM dan membawa pesan.

Dalam Waktu satu jam akan diadakan pertemuan rahasia dan tempatnya tidak diberitahukan, tapi dipesankan mengikuti kurir yang sehari-hari bekerja di kantor HPB ruangan betaal Mester.

Pesan tersebut akhirnya diikuti oleh Aswai  dan akhirnya mereka tiba di rumah di kawasan Gunung Empat yang merupakan markas KIM. Ternyata di sana sudah ada puluhan orang yang hadir seperti Harunurrasyid, Opziechter Dai Ni dan masih banyak lainnya.

Pertemuan tersebut menyepakati dan menetapkan waktu demonstrasi massa rakyat pada hari Selasa 13 November 1945 di Lapangan kompleks buruh minyak Karang Anyar. Awalnya  diusulkan pada Senin 12 November 1945, namun untuk memberikan kesempatan bagi rakyat Balikpapan seberang ( sekarang Penajam Paser Utara ) untuk hadir, maka disepakati diundur sehari.

Sehari sebelum pelaksanaan demonstrasi / rapat raksasa dan rencana pengibaran bendera Merah Putih di Karang Anyar, Pandansari., markas sektor KIM di Kampung Baru banyak dikunjungi pemudan dan rakyat yang menyatakan ikut serta dalam demonstrasi dan meminta lencana Merah Putih.

Kelompok suku Buton menyerahkan daftar nama sebanyak 90 orang yang siap melakukan apa saja, buruh pelabuhan menyerahkan daftar ratusan orang jumlahnya, bahkan ada diantaranya beberapa anggota Polisi Belanda. ( Polisi Belanda merupakan masyarakat pribumi yang dipersenjatai oleh Belanda )

Pada tanggal 12 Malam sebelum melakukan demonstrasi besar-besaran terjadi penyerobotan puluhan senjata pistol dan karaben yang disimpan dalam gudang NICA. Hal tersebut dapat dilakukan atas kerjasama Azis Amin selaku Kepala Gudang Suply NICA.

Tepat tanggal 13 November 1945 ratusan demonstran memadati daerah karang anyar, tak terbendung sudah amarah masyarakat akan kekejaman para penjajah. Disaat itu pula bendera merah putih berhasil dikibarkan.

sumber :

cover buku minyak dan revolusiJudul : Minyak dan Revolusi
Karya :  Herry Trunajaya  BS dan Muhammad Asran

News Feed