by

Jalan Trans Balikpapan-Samarinda Dulunya Bernama Jalan Rusia

-Sejarah-586 views

Jalan ini sering kita lewati, mungkin sebagian besar Warga Balikpapan pernah melewatinya. Jalan sepanjang 115KM tersebut lebih dikenal dengan nama Jalan Soekarno Hatta. Namun dulunya nama Jalan ini lebih dikenal dengan nama Jalan Rusia. Selain itu pernahkah anda membayangkan bagaimana orang dulu membangunnya, saat harus menerobos hutan belantara tanpa alat canggih seperti sekarang ?

Jalan Trans Balikpapan Samarinda yang berjarak 115KM dulunya dibangun dengan nama Proyek Jalan Kalimantan ( PROJAKAL ).

Pembangunan Jalan Trans Balikpapan Samarinda dikerjakan oleh Angkatan Darat Rusia. Dulunya hampir semua Negara mempunyai Angkatan Darat yang memiliki keahlian untuk membuka lahan dan membangun jalan. Kebanyakan Pasukan Angkatan Darat Rusia tersebut dulu tinggal di daerah Loa Janan, tidak banyak yang mengetahui bahwa daerah tersebut banyak ditempati oleh pasukan Angkatan Darat Rusia, kecuali orang-orang tua yang sudah tinggal disana sebelum tahun 1960.

Sebelumnya Jalan trans tersebut pernah dibikin oleh Tentara Jepang pada saat Perang Dunia ke II. Namun sebagian besar jalan lama itu sudah ditumbuhi rumput ilalang, karena tidak diteruskan pengerjaanya. Terdapat bagian yang gundul kerena tanahnya terdiri atas pasir kwarts putih yang tidak mengizinkan tanaman tumbuh di atasnya. Ada bagian-bagian yang melewati tepi-tepi jurang. Hutan lebat menutupi kiri kanan jalan pada banyak tempat.”

Tahun 1961 proyek jalan raya Balikpapan-Samarinda mulai dikerjakan,” tulisnya Hario dalam Memoar Hario Kecik II (2001). Dari arah Balikpapan, sebelum ada Projakal dilaksanakan, pernah ada pembangunan jalan juga ke arah Samarinda. Namun jauh dari terhubung.

Pengerjaan Jalan Trans Balikpapan-Samarinda saat itu akhirnya harus terhenti, para Angkatan Darat Rusia saat itu harus dipulangkan kenegaranyanya akibat peristiwa G30S. Akibat dari G30S masyarakat pribumi yang terlibat membantu pengerjaan proyek Jalan Trans Balikpapan-Samarinda saat itu pun ketakutan, Seingat Pudjiono, orang-orang yang tinggal di sepanjang Loa Janan Ilir pun “kena” tuduh sebagai PKI juga. Hidup mereka pun segera susah di awal-awal orde baru.

Proyek jalan Kalimantan itu pun dilanjutkan oleh teknisi-teknisi Jepang sebagai bentuk bantuan dari negara itu senilai $320 ribu. “Pembuatan jalan Balikpapan-Samarinda (ini) menggunakan batu karang karena lebih gampang dan murah ketimbang memakai batu dan aspal yang harus dimasukkan dari Jawa,” tulis Emil Salim dalam Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi (2010).

Belakangan, jalan sepanjang 115 km ini, di kalangan ekspatriat era 1970an hingga 1980an dikenal sebagai Russian Road. Jalan ini disebut sebagai Jalan Projakal, sebelum akhirnya dikenal sebagai Jalan Soekarno-Hatta.

News Feed