by

Ini Alasan Kenapa Starbucks Terkena Seruan Boikot

-Trending-111 views

Beberapa jam lalu hingga detik sekarang linimasa twitter diramaikan dengan hashtag #BoikotStarbucks . Hal tersebut terjadi karena CEO Starbucks Howard Mark Schultz dipusat sana,  diketahui mendukung kesetaraan kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). 

Seruan tersebut pertama kali berasal dari Ketua Bidang Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyerukan masyarakat Indonesia agar melakukan pemboikotan terhadap produk Starbucks (sumber). Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid yang membidangi bidang keagamaan ikut mendukung seruan boikot sejumlah pihak terhadap kedai kopi asal Amerika Serikat, Starbucks yang ada di Indonesia (sumber). Selain itu Wakil Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mendesak pemerintah bersikap tegas dengan mencabut izin Starbucks di Indonesia (sumber).

Ini bisa mempengaruhi pasar Starbucks di Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara yang mayoritasnya adalah muslim. Baik di Indonesia ataupun Muslim sendiri tidak memperbolehkan pasangan LGBT. Masih ingat dulu soal isu Solaria yang tidak memiliki label halal bukan ?

Ucapan CEO Starbucks, Howard Mark Schultz soal mendukung kesetaraan kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) sebenarnya sudah dari tahun 2015 lalu, tepatnya  26 Juni 2015. Namun kenapa isu tersebut baru terangkat sekarang ?

Puluhan Netizen yang merasa aneh dengan aksi seruan boikot Starbucks pun memberikan berbagai ragam komentar.

Netizen @Takviri misalnya, ia men-tweet bahwa seruan boikot Starbucks di Indonesia tebang pilih. Alasannya, banyak produk global lainnya yang ada di Tanah Air justru tidak pernah diminta agar diboikot.

“Boikot koq tanggung-tanggung cuma Starbucks, founder Facebook terang2an dukung LGBT, CEO Apple gay, kenapa ga boikot sekalian?” ujar cuitan akun @Takviri, Jumat (30/6/2017).

Tak berbeda, netizen @imanlagi juga berujar, bahwa banyak perusahaan lain yang akrab dengan masyarakat Indonesia yang lebih terbuka mendukung LGBT. Namun selama ini justru tak pernah diminta untuk diboikot.

“Sebenarnya kalau soal dukungan terbuka utk LGBT, Apple, Adidas, atau Nike lebih total loh,” kata akun @imanlagi.

Netizen lainnya, @imanbr pun heran lantaran kenapa hanya Starbucksyang kemudian diminta dicabut izinnya. “Banyak corporasi asing mendukung LGBT, karena kebijakan anti diskriminatif. Boeing, Coca Cola, Honda, Toyota, Apple dst. Jadi boikot semua?” katanya.

Sementara itu, netizen @Dhandy_Laksono menyayangkan seruan pencabutan izin dan pemboikotan gerai kedai kopi Starbucks di dalam negeri. (sumber)

https://twitter.com/fakihfulantidar/status/881252937330286592

Semua kembali keputusan pribadi.

 

News Feed