by

Gajah Di Kawasan Wisata Penangkaran Buaya Teritip ILEGAL ITU HOAX

Berita hoax saat ini sangat mudah menyebar, hanya bermodalkan jempol dan tombol share. Banyaknya konten hoax bersebaran akibat malasnya seseorang untuk melakukan verifikasi atau mencari kebenaran berita tersebut.

Hari ini (10/05/18) Tim Balikpapanku mendapatkan banyak DM mengenai salah satu postingan pada akun @jakartaanimalaidnetwork mengenai keberadaan gajah yang berada di Kawasan Wisata Penangkaran Buaya Teritip, Balikpapan. Postingan tersebut menuai banyak kontroversi karena berisi tulisan, tidak adanya izin mengenai gajah di Kawasan Penangkaran Buaya Teritip.

Komentar negatif banyak bermunculan pada 2 postingan akun tersebut, foto-foto yang diupload sengaja membuat keadaan semakin miris.

postingan jakarta animal aid network hoax

Mengapa bisa menjadi kontroversi ??

Akun Jakarta Animal Aid Network bukan merupakan akun kecil, mereka adalah organisasi yang sudah mempunyai nama mengenai meningkatkan kehidupan hewan di Indonesia. Namun pemberitaanya kali ini merupakan tulisan hoax / palsu / tanpa verifikasi langsung.

Tim Balikpapanku akhirnya melakukan penelusuran langsung ke Kawasan Wisata Penangkaran Buaya Teritip, dimana kedua gajah tersebut berada. Sebelum menuju lokasi Tim Balikpapanku sudah melakukan janji temu dengan pengelola kawasan tersebut.

Kurang lebih sekitar jam 16:00 WITA ( 10/05/18 ) Tim Balikpapanku tiba di Kawasan Wisata Penangkaran Buaya Teritip Balikpapan, saat itu Novia Putri Pariwisata Balikpapan juga turut hadir untuk membuktikan bahwa berita yang di publish oleh Jakarta Animal Aid Network adalah tidak benar atau hoax.

Tidak butuh waktu lama,
Mba Ermy selaku penanggung jawab pengelolaan Kawasan Wisata Penangkaran Buaya Teritip Balikpapan langsung memberikan jawaban atau klarifikasi mengenai pemberitaan yang di publikasikan oleh Jakarta Animal Aid Network.

Berikut Penjelasan dari Mba Ermy yang kami rangkum :

Keberadaan gajah di kawasan Penangkaran Buaya Teritip Balikpapan ternyata sudah ada sejak tahun 1999. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menawarkan untuk mengambil beberapa ekor gajah dari sumatera untuk membantu pemerintah merawat dan mengembangbiakannya. Induk gajah jantan dan betina datang ke Kalimantan dengan surat resmi.

Gajah disini diberikan waktu bermain tanpa rantai, perawatan, makanan dan kesehatan yang memadai. Gajah hanya dirantai pada saat pawang istirahat sesaat, karena gajah bisa mengejar jika diganggu. Keselamatan pengunjung juga prioritas kami.

Kiri Ibu Gajah, Tengah Anak Gajah, Kanan Peran Pembanding Besar Gajah

Perihal tudingan bahwa gajah yg ditungangi adalah anak gajah tidaklah benar karna gajah yang ada disini sudah berusia 14 tahun bahkan besar tubuhnya hanya beda kurang lebih 5cm dari tubuh induknya, jadi bukan seperti foto yang di upload oleh Jakarta Animal Aid Network. Selain itu kedua gajah ini memiliki halaman untuk makan dan bermain seluas +/- 30.0000m2

Mba ermy kemudian memberikan bukti sertifikat/ijin resmi kepada kami bahwa kedua gajah yang berada di Kawasan Wisata Penangkaran Buaya Teritip itu legal. Namun tidak hanya itu bayi gajah yang lahir dari 2 ekor gajah tersebut juga memiliki akte kelahiran loh.

bukti ijin penyerahan 2 ekor gajah

Semoga klarifikasi resmi dari Mba Ermy mengenai keberadaan Gajah di Kawasan Wisata Penangkaran Buaya Teritip menjawab semua keluh kesah warga Balikpapan. Jangan lupa bagikan ke teman kalian biar tidak kejebak berita hoax.

Berikut video nya

News Feed